'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PENGAJIAN PIMPINAN
03 Maret 2017 06:49 WIB | dibaca 549

Majelis Tabligh Kota Surabaya menggelar acara rutin tiga bulanan berupa Pengajian Pimpinan yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan anggota Aisyiyah se Kota Surabaya. Acara yang dihelat di Cabang Pakal pada hari Sabtu tanggal 25 Pebruari 2017 ini bertajuk Nikah siri, problema dan solusinya.

Menurut Drs.Samsu Thohari, M.HI selaku nara sumber pada prinsipnya selama nikah siri itu memenuhi rukun dan syarat nikah yang disepakati ulama, maka nikah itu hukumnya sah. Nabi saw. menganjurkan agar nikah itu terbuka dan diumumkan kepada orang lain tujuannya adalah agar tidak terjadi fitnah. Masyarakat memahami nikah siri adalah nikah yang dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi, hanya mengundang kedua keluarga mempelai dan tidak mendaftarkan perkawinannya ke KUA sehingga pernikahan mereka tidak mempunyai legalitas formal dalam hukum positif di Indonesia sebagaimana yang diatur dalam UU Perkawinan. Nikah sirri juga bisa diartikan nikah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui pihak keluarganya sekalipun, bahkan benar-benar dirahasiakan sampai tidak diketahui siapa yang menjadi wali dan saksi.

Dari beberapa kasus yang sering terjadi di masyarakat dapat disimpulkan bahwa nikah siri lebih banyak menimbulkan kemudharatan daripada manfaatnya. Dalam Islam sendiri tidak ada dasar hukum tentang nikah sirri. Justru yang banyak adalah hadis-hadis yang menganjurkan untuk diumumkan bila melakukan pernikahan untuk menghindari fitnah.

Samsu Thohari menutup kajiannya dengan kesimpulan bahwa Islam sangat menekankan kontekstualisasi suatu hukum. Oleh karena itu permasalahan nikah sirri sedapat-dapatnya harus dihindari agar tidak ada image yang kurang baik di masyarakat.⁠⁠⁠⁠ Pengajian yang dihadiri oleh sekitar 170 orang ini ditutup sebelum adzan duhur berkumandang. (ill89)

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari