'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Menteri Agama di Tanwir 1 Aisyiyah
21 Januari 2018 10:53 WIB | dibaca 454

Menteri Agama di Tanwir 1 Aisyiyah 

 

 

Surabaya - Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saiffudin turut memberikan materi pada agenda Tanwir 1 Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya mengungkpakan keprihatinannya akan kondisi bangsa Indonesia saat ini , Minggu 21/1/18 “Saat ini di DPR sedang dibahas soal undang-undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT,” kata dia saat menghadiri acara yang sama Tanwir I Aisyiyah di Surabaya, Sabtu. Namun saat ditanya fraksi mana saja yang menyetujui, Zulkifli enggan menyebutkan dan memastikan Fraksi PAN di DPR menolak. Dalam Tanwir Aisyiyah, Lukman juga menyoroti tentang terjadinya pergeseran nilai-nilai yang disebabkan mudahnya anak mendapat informasi dari gawainya. Hal itu berdampak bergesernya relasi hubungan orang tua dan anak. “Dulu bebicara dengan orang tua atau guru tidak boleh menatap matanya itu seperti menantang. Tapi sekarang nilai menghormati orang tua itu tidak lagi diperagakan,” katanya. Menurut dia pendidikan bagi orang tua jauh lebih penting untuk membendung hal tersebut. Dari orang tua yang terdidik lah akan lahir anak-anak yang berkualitas. “Menjadi orang tua di masa sekarang jauh lebih kompeks dibanding zaman dulu. Sekarang anak-anak lebih cepat dewasa matang. Dari sisi informasi jauh lebih mendapatkan aksesn mendapat informasi. ‘Gadget itu 10 kali lipat dari pada kita kecepatannya,” tuturnya. Sementara adanya lima fraksi nyeleneh itu ditanggapi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Zulkifli Hasan. Menurutnya, menunjukan di negeri ini masih terjadi kesenjangan politik. Kesenjangan politik tersebut dibuktikan dengan banyaknya keinginan masyarakat yang justru berlawanan dengan partai politik atau pun para anggota DPR, yang sejatinya mewakili suara rakyat. “Saat ini masih terjadi juga kesenjangan politik. Kesenjangan politik seperti apa? Ya lihat saja masyarakat maunya A, tapi partai politik di DPR maunya B,” ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari